Outdoor Learning di Joglo Resto Ciapus

0
Manfaat Outdoor Learning


Belajar outdoor atau pembelajaran di luar ruangan memiliki banyak manfaat yang positif bagi perkembangan anak, apalagi di usia anak-anak yang berusia 2 hingga 5 tahun.

Alhamdulillah di dekat rumah ada restoran sederhana namun memiliki konsep nature, keindahan alam yang begitu menarik perhatian. Tidak hanya pemandangan namun mereka juga menyediakan aneka permainan untuk anak-anak. Ramah anak sekali. 

Nama lokasinya adalah Joglo Resto & Camp Ciapus yang telah berdiri sejak tahun 2014 dan beralamat di Jalan Jami, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16610.

Disana ada  prosotan  ayunan, panjat tebing, kandang marmut yang cukup luas dan kita juga boleh berinteraksi langsung dengan mereka, serta permainan outbond lainnya. 

Karena jaraknya dekat dengan rumah, tempat ini akan menjadi salah satu tempat bermain favorit kami. Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke kota Bogor deh ya kalau mau main tapi gak mau repot, hehe.


Anak-anak sangat antusias dan bahagia sekali meskipun lelah tapi semua terbayarkan.

Ada beberapa manfaat dari belajar outdoor untuk anak-anak usia 5 tahun (si kakak) dan usia kurang lebih 2 tahun (si adik) yaitu:

1. Stimulasi Sensori-Motorik

Aktivitas di luar ruangan membantu merangsang indera anak, seperti melihat berbagai warna, bentuk, tekstur, mendengarkan suara-suara alam, serta merasakan permukaan tanah dan alam di sekitarnya. 

Wah, jelas banget disini begitu memanjakan mata. Pemandangan pepohonan yang hijau, gunung salak yang biru, bangunan bata orange, bunga-bunga, binatang marmut yang suaranya lucu "crinyit-crinyit" gitu , kaki yang kadang-kadang nyeker injak tanah dan rumput, dll.

Ini membantu mengembangkan keterampilan sensori-motorik mereka, termasuk koordinasi mata-tangan dan keseimbangan tubuh.

Bagaimana mereka memanjat tebing untuk bisa seluncuran setelahnya, bagaimana si adik naik ayunan sendiri.

Untungnya ayunannya itu juga ramah anak. Jadi, tali sama dudukannya bukan yang dari besi seperti pada umumnya.  Tapi, pakai plastik sama tali tambang gitu.

Ada juga yang besi tapi itu ayunan yang besar dipakai rame-rame. Kalau yang dipakai adik itu ayunan tunggal untuk 1 orang saja.

Nah, ayunan tunggal ini sangat bermanfaat dalam melatih keseimbangan si adik yang berusia 2,5 tahun ini.

Bagaimana ia berusaha untuk duduk diatasnya, bagaimana ia memegang tali saat berayun-ayun, bagaimana badannya tidak gampang merosot kebawah saat berayun.

Awal-awal masih suka jatuh dan saya pegangin. Tapi, lama kelamaan dia bisa sendiri , gak mau dipegangin, akhirnya saya pantau aja dari kejauhan. Alhamdulillah aman sentosa.


Lari-lari mengejar marmut yang lari kedalam rumahnya, naik turun tangga karena disini lokasinya tidak rata begitu kan ya, lari kesana kemari, waduh kalau semua itu dilakuin dirumah pokoknya rumah mesti kayak kapal pecah wkwwk karena ini di alam terbuka jadi bebas bergerak deh hehe


2. Pertumbuhan Kognitif

Belajar di luar ruangan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan lingkungan alami dan memahami cara kerja alam serta proses-proses alamiah, seperti mengamati tanaman tumbuh, merasa cuaca berubah, atau mengamati hewan dan lainnya.

Hal ini dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan pemahaman mereka tentang dunia di sekitar mereka.

Karena kita main dari siang sampe menjelang magrib. Jelas sekali perbedaan warna langit. Jadi, si kakak yang usianya 5 tahun merespon. 

Beberapa kata-kata yang kami ucapkan:

"Umi, ini mau malam ya. Langitnya gelap."

"Kakak, kalau kita samperin marmutnya ngumpet kalau kita keluar dia baru mau keluar. Terus kalau kita kasih makan, marmutnya baru mau deket-deket sama kita gak ngumpet ya"

"Kakak, ini gimana caranya kamu bisa dapet (bawa) marmut tadi umi susah banget loh nangkepnya?" 

"Tadi dia didalam situ, terus tanganku masuk, tapi dia diem aja, masih kecil kalau yang gede gak mau"


3. Kreativitas dan Imajinasi

Lingkungan luar ruangan menyediakan tempat yang lebih bebas bagi anak-anak untuk bermain dan bereksplorasi.

 Mereka dapat menggunakan imajinasi mereka dengan lebih luas, seperti bermain peran, menciptakan cerita, atau membangun sesuatu dari bahan-bahan alam, seperti batu, daun, dan ranting.

"Umi ini kayak perosotan ya suiiing" 

(Padahal itu atap rumahnya marmut yang modelnya pakai semen gitu dilapisin rumput sintetis)

4. Kesehatan Fisik

Bermain di luar ruangan secara alami mendorong aktivitas fisik, seperti berlari, melompat, dan bermain di taman.

Tidak hanya aktivitas fisik, karena tempat ini adalah resto jadi makanan minuman bergizi pun tersedia lengkap dan bervariatif. Jadi, bisa isi tenaga lagi setelah lelah bermain.

Kegiatan out door Ini juga membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, mengembangkan kekuatan otot, serta memperkuat tulang dan sistem motorik anak.

Semoga sehat selalu ya anak-anak umi dan uminya supaya bisa terus mendampingi aamiin.

5. Pengembangan Sosial dan Emosional

Anak-anak belajar berinteraksi dengan orang-orang di sekitar ketika bermain di luar ruangan.

Mereka belajar berbagi, bekerja sama, mengatasi konflik, dan mengembangkan keterampilan sosial lainnya.

Terutama saat udah rame. Awal-awal kan masih sepi udah agak sore. Jadi, udah banyak anak-anak yang gabung. Sementara kan mainan juga terbatas jadi mereka bisa bergantian. Untungnya tidak terlalu banyak masih sesuai dengan jumlah sarananya.

Hal ini juga membantu mereka mengembangkan rasa empati dan emosi, serta mengenali ekspresi wajah dan bahasa tubuh orang lain.

Lucu deh, saat hari udah agak sore itu ada beberapa akhwat yang duduk diayunan besar, si kakak lagi main prosotan disebelahnya. 

Akhwat itu lagi ngomong bahasa Arab
Si kakak bisik-bisik ke saya

"Umi, itu kenapa ngomongnya begitu"
"Oh itu lagi ngomong bahasa Arab sayang"

Terus dia juga cerita kalau dia punya temen baru

"Umi, temen-temen aku baik-baik loh"
"Tadi ada yang namanya sama kayak aku juga, Zahra"

Kebetulan saat itu juga banyak tamu keturunan Arab Indo. Jadi, banyak juga anak-anak kecil keturunan Arab yang maa syaa Allah ganteng-ganteng cantik-cantik. Si kakak ngeliatin aja mereka pas lagi main sama marmut. Ikut-ikutan aja wkwkw

6. Mengurangi Stres

Ini sih lebih ke emaknya kali ya, hehe.

Alam dan lingkungan luar ruangan telah terbukti dapat membantu mengurangi tingkat stres pada anak-anak dan terutama juga ibunya yang seharian menghabiskan waktu di rumah.

Kehadiran alam memberikan efek menenangkan dan relaksasi, yang dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional mereka.

Benar saja mereka begitu bahagia meskipun. Saya aja ngos-ngosan. Mereka seperti gak berasa capek. Hehe

7. Pengenalan Kelestarian Lingkungan

 Melalui kegiatan di luar ruangan, anak-anak diajak untuk menghargai alam dan lingkungannya. Mereka belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan alami dan menjadi lebih sadar tentang pelestarian alam.

Dengan tidak merusak fasilitas yang ada, pakai secukupnya.

Dengan segala manfaat yang dimiliki, belajar outdoor bagi anak usia 2 hingga 5 tahun dapat dianggap sebagai salah satu cara yang efektif dan menyenangkan untuk mendukung perkembangan mereka. 

Penting bagi kita sebagai orang tua dan pendidik untuk memfasilitasi dan mengawasi kegiatan di luar ruangan untuk memastikan keamanan dan pengalaman yang positif bagi anak-anak.

8. Pengenalan Kebesaran Allah

Dengan begitu indahnya pemandangan Alam yang hadir di depan mata, anak akan melihat kebesaran Allah. Bahwa semua itu Allah yang menciptakan.

"Bukan orang mi yang bikin?"
"Ya, orangnya yang bikin tempatnya. Yang ngerapi-rapiin. Tapi, pemandangannya ini. Pohon -pohon, gunung, marmut, Allah yang bikin"

In syaa Allah outdoor learning ke luar lingkungan rumah ini kita lakukan rutin tiap bulan. Tidak harus selalu ke Joglo ini juga sih, tapi Joglo ini masuk kedalam list kita ya.

Selama harga masih terjangkau, permainannya masih ada atau bahkan diperbanyak lagi dan semoga Allah mudahkan rezeki kita aamiin

kalau untuk tiap hari ya di sekitar rumah aja, hehe.
Semoga bermanfaat, jangan lupa komentar, dan share juga ya terima kasih :)

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)